sofyan salim

Spatial Data ManagementKoltiva · 2021 – 2024

  • JavaScript
  • GeoServer
  • PostgreSQL
  • QGIS
Semua karya

Koltiva

Spatial Data Management

Memeriksa dan memperbaiki batas kebun hasil survei lapangan. Kebun yang mencurigakan langsung ditandai saat diunggah, dan pengguna serta tim GIS memperbaikinya di browser di atas citra satelit.

Peran
GIS Developer (Full Stack)
Periode
2021 – 2024
Lokasi
Jakarta
Teknologi
JavaScriptGeoServerPostgreSQLQGIS

Konteks

Seorang petugas lapangan berjalan menyusuri tepi kebun dengan GPS, tapi sinyalnya bergeser, dan batas kebun yang sampai ke sistem malah memotong sungai di sebelahnya.

Platform Koltiva, KoltiTrace, mengikuti komoditas “from seed to table” (dari benih sampai meja makan), dan peta rantai pasok hanya sebaik batas kebunnya. Setiap kebun dicatat sebagai poligon (garis batas lahan di peta). Tim lapangan mengambil batas ini dengan perangkat GPS atau aplikasi di ponsel, lalu mengunggahnya. Dalam survei yang sama, setiap petani menyatakan luas lahan yang dimilikinya.

Tantangan

Saat sinyal GPS terganggu, poligon berbelok menjauhi kebun yang sebenarnya. Di citra satelit ketidaksesuaiannya mudah terlihat: garis batasnya tidak mengikuti bentuk kebun, sungai, atau tanda alam lain.

Memperbaiki satu poligon yang salah dulu adalah putaran berulang bagi operator GIS (sistem informasi geografis), sampai hasilnya benar:

  • mengedit di QGIS (aplikasi GIS desktop) lalu memasukkannya ke sistem;
  • mengecek secara visual, mengunduh, lalu mengedit lagi di QGIS;
  • mengunggah lagi dan mengecek lagi.

Yang saya bangun

Saya membangun fitur ini dari nol. Fitur ini langsung memeriksa setiap survei yang diunggah, menampilkan hasilnya di atas citra satelit, dan memungkinkan tim memperbaiki batasnya di browser.

  1. 01Survei lapanganGPS atau aplikasi
  2. 02Unggah
  3. 03Cek otomatisLuas · tumpang tindih · jarak
  4. 04Tinjau di citra satelit
  5. 05Koreksi di browser
  • Cek luas: luas poligon dibandingkan dengan luas yang dinyatakan petani, dan selisih lebih dari 5% ditandai untuk dicek.
  • Cek tumpang tindih dan jarak: menemukan kebun yang saling tumpang tindih dan mengukur jarak antara kebun yang bertetangga.
  • Validasi saat unggah: hasilnya muncul begitu survei diunggah.
  • Koreksi langsung: pengguna dan tim GIS memperbaiki batas kebun di atas citra satelit tanpa keluar dari sistem. Cek-cek ini bisa berjalan karena lokasi disimpan sebagai geometri, sehingga database memperlakukan setiap kebun sebagai bentuk di peta, bukan angka biasa. Di sekitar fitur ini saya juga membangun unggah dan unduh massal data spasial, serta basemap GeoServer (server peta open-source) yang dipakai bagian lain platform.

Hasil

Putaran unduh-edit-unggah itu sudah tidak ada. Poligon yang mencurigakan ditandai otomatis begitu masuk, dan tim memperbaikinya di tempat, di atas citra satelit yang menunjukkan bentuk kebun yang sebenarnya.

Peran & stack

GIS Developer (Full Stack) · Koltiva · 2021 – 2024

  • JavaScript
  • GeoServer
  • PostgreSQL
  • QGIS

Kontak

Punya rencana peta, dataset atau platform?

Saya terbuka untuk posisi remote, pekerjaan freelance dan konsultasi, juga diskusi seputar teknologi geospasial.